Home

Welcome to My New People Blog

Mbah Misbah Bin Zainal Musthofa “Ulama Bangilan Tuban”. “Ketika Berkunjung Ke Bangilan Tuban, Anda Bisa Mencari Makam Beliau, Atau Pondok Beliau. Beliau Memang salah Seorang Kiai yang Tidak ingin Terkenal (Bahkan Foto ae Mboten kerso), Mbah Misbah Memiliki 3 saudara, Termasuk Kakaknya Mbah Bisri Mustofa Rembang (Ayah GusMus). Mbahkung (Mbah e sing Nulis) Bercerita Kalau dulu Beliau pernah Ndereaken Mbah Misbah dan Beliau (Mbahkung) Bercerita “Kalau Mbah Zainal Musthofa (Ayah Mbah Misbah) itu Seseorang yang sangat Kaya, Beliau Dermawan, Ahli Shodaqoh, Bahkan di Rembang Ada Seorang Kyai (Kyai Kholil), Mbah Mustofa yang Memback Up Semua Kegiatan, Bahkan Kebutuhan Kyai Kholil. Mbah Misbah Mustofa merupakan Ulama’ yang Karismatik, beliau juga salah satu kyai yang Sanad Keilmuwannya sampai Kepada Nabi Muhammad SAW. Ketika Mencari Sanadnya, Kurang Lebih Seperti Ini : Mbah Misbah Musthofa Menimba Ilmu Pada Syech Ahmad Muhajir Al Bandawi, Syeh Ihsan Al Jampesi. Gurunya yang lain dalam Riwayat yang lain Ialah Syeh Zubair Bin Dahlan As Sarangi, Syeh Muhammad Faqih Al Maskumambangi, As Syeh Muhammad Baqir Nur Al Makki, Keduanya Syeh Faqih dan Muhammad Al Baqir Menimba Ilmu pada Syeh Mahfud Bin Abdullah At Turmusi Al Makki, Menimba Ilmu pada Syeh Abu Bakar Muhammad Satho Ad Dhimyati Al Makki, Dari Syeh Ahmad Zaini Bin Dahlan, Dari Syeh Ustman Bin Hasan Ad Dhimyathi, Dari Syeh Abdullah As Syarqowi, Dari Al ustadz Muhammad Bin Salim Al Hafani, Dari Syeh Ahmad Al Khulaefi, Dari Syeh Ahmad Al Basyisy, Dari Syeh Ali Bin Isa Al Halabi dan Syeh Sulthon Bin Ahmad Al Muzakhi, Dari Syeh Ali Al Ziyadi, Dari Syeh Muhammad Al Qoshri, Dari Syeh Ibnu Hajar Al Haitami dan Imam Khotib As Syarbini, Dari Syeh Al Islam Zakariya Al Anshori, Dari Syeh Jalaluddin Al Mahalli dan Syeh Abdur Rohman bin Umar Al Bulqini, Dari Syeh Ahmad Bin Abdur Rohim Al Iroqi, Dari Bapaknya Abdur Rohim Bin Husein Al Iroqi, Dari As Shirojuddin Al Bulqini, Dari Alaa’uddi bin Atthar, Dari Muharrir Madzah Al Imam An Nawawi, Dari Abi Hafs Umar Bin As’ad, Dari Abu Amr Ustman bin abdur Rohman Ibnu sholah As Syahruruzi, Dari Abdur Rahman, Dari Abi Said Abdullah Bin Abi Ashrun, Dari Abi Ali Al Fariqi, Dari Abi Ishaq Ibrohim As Syairozi, Dari Abu Thoyyib Tohir bin Abdullah At Tobari, Dari Abi Hasan Muhammad Bin Ali al masirji, Dari Abi Ishaq Ibrohim Muhammad Al Marwazi, Dari Abi Al Abbas Ahmad Bin Suraij Al Baghdadi, Dari Abi Qosim Utsman Bin Abi Said Bin Basyar Al Anmathi, Dari Ismail Bin Yahya Al Muzani, Dari Al Imam al A’dzom Muhammad Bin Muhammad Abu Idris As Syafi’i Masyhurun Bi Al Imam Asy Syafii, Dari Malik Bin Anas (Imam Maliki), Dari Nafi’, Dari Abdullah bin u Umar, Dari Nabi Muhammad SAW. #Golek_golek #Makam_Beliau_Pondok_Al_Balagh

Pada hari ini tanggal 07 April 2018 OSIM MTs MA Al Anwar memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, Dengan Harapan mendapat Syafaat Nabi dengan mengikuti Sunnah Nabi. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini Madrasah Al Anwar Mengundang Ustadz Muda Penuh Talenta Agus Kyai Abdul Jalil Arif (Masyhurun Bil Gus Daniel Gondrong), Beliau mengawali Dengan Menyebut nama seorang Sahabat yang menjadi menantu Rasulullah yaitu Sayyidina Ali Karromallah Al Wajhah, beliau meneruskan bahwa sayyidina Ali itu diberi gelar yang Mulia, sebab tidak pernah melihat kemaluannya seumur hidup. Beliau melanjutkan bahwasanya sayyidina Ali itu ketika Adzan dikumandangkan, Seluruh badan beliau rasanya Kemecer (Gemetar), rasanipun awak niki mboten sekeco sedanten, ketika ditanya oleh sahabat lain: Lha Niku Obate nopo? Sayyidina Ali Menjawab, Obate ya hanya Memenuhi Panggilan Allah (Sholat). Beliau juga menegaskan bahwa Banyak Siswa-siswi yang tidak yakin dengan dirinya sendiri, Seperti Ujian, Banyak sekali siswa-siswi yang melihat spion (Tengok Kanan kiri atau Nyontek), padahal jika orang lain bisa masak kita tidak bisa?. Ya Harusnya lebih bisa. Yang kedua Banyak Yang tidak Percaya dengan Perintah dan Larangan Allah, Padahal setiap perintah dan Larangan itu ada hikmahnya, Seperti perintah Sholat, Puasa, dan Larangan Maksiat, Itu semua ada Hikmahnya. Yang ketiga Banyak sekali yang tidak yakin pada Gurunya, ketika kita meremehkan, menggunjing, bahkan berani kepada guru, padahal guru tidak pernah memerintah kita untuk melakukan sesuatu yang dilarang Oleh SYARI’. Kemudian beliau melanjutkan dawuhnya, jika Anak Muda sekarang (Cah Nom) itu gagal dalam tiga hal: 1. Gagal dalam Hal Belajar, Disekolah belajarnya karena terpkasa, ketika dirumah apa yang dipelajari disekolah bersama gurunya tidak ada yang di pelajari lagi, sebab sibuk dengan Hp, Laptop, ML dan Dolan GJ. 2. Gagal dalam hal Kekancan, ketika kita berkawan dengan anak yang kurang baik, maka akan mempengaruhi diri kita sendiri. Seperti berteman dengan anak yang terlibat pank, Narkoba, pencurian, bahkan pemerkosaan. 3. Gagal dalam Hal Move On, Banyak sekali status-status tentang cinta yang palsu (Nyinder Aku) namun tidak dibuktikannya dengan Lafadz Qobiltu (InsyaAllah) melainkan hanya dengan keinginan Nafsu, Akhirnya Pacaran sampai beberapa tahun namun yang menikah dengan pacarnya ialah temannya sendiri (Wahhhhh Kandas).


Follow My Blog

Get new content delivered directly to your inbox.

Create your website at WordPress.com
Get started